Mari kita menulis lagi !!!
Senin, 08 April 2013
Kamis, 17 Januari 2013
Kematian
![]() |
| Aku ingin bersujud saat Engkau memanggil ku Ya Rabb |
Aku
tidak pernah berpikir sebelumnya, bahwa kematian akan membuat seseorang yang
ditinggalkan begitu nelangsa. Tapi
bahkan aku tak berpikir kenelangsaan orang yang meninggalkan pastilah lebih
besar daripada orang yang ditinggalkan. Kesedihan yang mendalam yang bahkan air
mata pun tak bisa mengungkapkannya dan menjadi saksi atas kesedihannya. Pagi
ini aku masih melihatnya, ia masih segar bugar seperti ia-ia yang biasa. Tapi
siapa yang menyangka malam tadi ia dipanggil Illahi, memenuhi janjinya sebagai
insan. Ia yang tadi pagi bugar dan masih bercengkrama dengan ku, kini telah
tiada untuk esok dan esok lagi, selamanya aku tidak akan melihatnya didunia.
Kematian
seaakan begitu dekat, lebih dekat dari urat nadi ku. yah kematian begitu dekat
seperti dekatnya aku dengan Tuhan ku. hari
ini ada mungkin besok tidaka ada, hari ini kau masih bisa melihat senyum ku
belum tentu esok kau masih bisa melihatnya. Jadi bukankah Tuhan begitu rahasia,
merahasiakan sesuatu yang begitu dekat dengan kita.
Hal
yang bisa kita jadikan pelajaran dari kematian adalah kematian itu sendiri,
akan bagaimana kematian kita nanti. Hari-hari akan tetap menjadi hari, matahari
akan tetap terbit di Timur dan tenggelam di barat seperti 1000 tahun yang lalu
dan yang akan datang. Tapi manusia tidaklah abadi karena kita hidup di dunia
yang tidak abadi juga. Detik, menit, jam atau hari yang berlalu adalah kematian
yang semakin dekat. Aku, kamu, kita atau
mereka adalah akan mati pula hanya menunggu giliran menurut sekenarionya Tuhan.
Persiapkan
sebaik-baiknya menurut yang telah Rosul SAW ajarkan kepada kita, agar kematian
kita adalah kematian yang baik untuk kehidupan yang baik selanjutnya. Hadapi
bukan hindari karna seberapa pun kita menghindari itu tidak akan berpengaruh
pada kematian sendiri. Jangan takut
karna semua orang pasti mati, setiap kita pasti akan meninggalkan dan
ditinggalkan.
“yang
hidup pasti akan mati, yang baru pasti akan basi dan yang besar pasti akan
sirna” gumam ibunda Rosullullah SAW.
_quote
of my life_
Bogor, 14 Januari 2013
Label:
Semangat Menulis
Lokasi:
Bogor, Indonesia
Selasa, 25 Desember 2012
Ngana Kapan Pulang
Ngana kapan
pulang
Oleh: Yanne
Yuniarti W
Ngana
kapan pulang, nak?
Tidakah
kau dengar panggilan rindu Ibu Pertiwi
Menggebu, merasuk kalbu
mendamba kasih
Akan
anak bangsanya yang pergi merantau nan jauh dihati
Menanti
kembali membangun negeri
Tidakah
kau lihat senyum hangat Ibu Pertiwi
Berharap
cinta dari ngana yang lama kembali
Janganlah
hanya memeras susu Ibu Pertiwi
Memakan
daging saudara sendiri
Lalu
pergi ke negeri asing lupa diri
Tidakah
ngana rindu akan Indonesia
Yang
menanti dengan sejuta pesonanya
Pulang
lah ngana, bangunlah negeri
Kami
menanti, kami merindu
Surakarta, 11 Desember 2012
Senin, 17 Desember 2012
Antorpologi "Perbedaan Budaya dan Peradaban"
Perbedaan Peradaban dan Kebudayaan
|
Kebudayaan
|
Peradaban
|
|
Hakekat: Kebudayaan = cultuur (bahasa Arab) = culture (bahasa Inggris) =
tsaqafah (bahasa Arab), berasal dari perkataan Latin ; “Colere” yang artinya
mengolah, megerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah
atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai segala
daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Ditinjau dari
sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta
“buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari budi dan akal.
|
Hakekat: peradaban dapat kita sejajarkan dengan kata asing civilization . Istilah itu biasanya dipakai untuk
bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah, seperti :
kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan-santun dan sistem pergaulan komplex
dalam suatu masyarakat dengan struktur yang komplex. Sering juga istilah
peradaban dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem
teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan
yang maju dan komplex. [1]
|
|
Kebudayaan merupakan
segala hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang digunakan untuk kelangsungan
hidupnya yang sifatnya dinamis, artinya berkembang terus menerus/terus
berlanjut sampai sekarang.
|
Peradaban merupakan
puncak dari suatu kebudayaan itu sendiri yang berkembang dalam suatu
masyrakat dan dalam kurun waktu tertentu. Ide utama yang terkandung
dalam peradaban adalah kemajuan, perkembangan (progress dan
development). Tetapi dalam peradaban tidak adanya
keberlanjutan/kontinyuitas. Selain itu peradaban berkembang dalam kurun waktu
tertentu serta bersifat munumental dimana peradaban merupakan bukti kebesaran
dari suatu masyarakat yang hidup dalam suatu daerah (misalnya: Peradaban
Yunani Kuno, Peradaban Lembah Sungai Indus, Peradaban Mesir Kuno, Peradaban
Sungai Eufrat dan Tigris, dan lain-lain).
|
|
Kebudayaan terdiri
atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang
diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun
pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di
dalamnya perwujudan benda-benda materi; pusat esensi kebudayaan terdiri atas
tradisi cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai
yang berkembang terus.
|
Untuk membangun peradaban
perlu adanya jaringan sosial atau inovasi sosial yang menciptakan pranata
(institusi) sosial yang memungkinkannya menerima dan mengembangkan
produk-produk peradaban lain dalam konteks kebudayaan sendiri.
|
|
Daed Joesoef berpendapat
kebudayaan adalah hal-hal atau segala sesuatu yang mempunyai ciri atau sifat budaya.
Sedangkan budaya itu sendiri adalah sistim nilai yang dihayati. Nilai dapat
berbentuk (tangible) seperti bangunan bersejarah, karya seni, lukisan,
patung, dan lainnya.
|
peradaban
adalah suatu kondisi masyarakat yang terdiri dari kesatuan budaya dan sejarah.
Dalam pengertian lain peradaban merupakan jenjang keberadaan tertinggi yang
dapat dicapai oleh suatu kebudayaan; ia adalah artifisial, tidak metafisis,
tidak berjiwa, dikuasai oleh intelek. Sebuah peradaban mengalami siklus
dalam ruang dan waktu. Ia mengalami pasang dan surut. Sedangkan kebudayaan
lepas dari kontradiksi ruang dan waktu. Ia memiliki ukuran tersendiri (ukuran
benar salah, tepat tidak atau berguna tidak) di dunai pemikiran.
|
|
Contoh: Dari segi ide : cerita rakyat
yang berkembang di masyarakat. Artefak, candi atau prasasti.
|
Contoh: Peradaban Yunani kuno yang
terkenal sangat maju di berbagai bidang pada masanya.
|
Label:
Catatan Kuliah
Lokasi:
Surakarta, Indonesia
Antropologi "Budaya, Kearifan Lokal, Peradaban"
Latar Belakang
Manusia telah mengenal dan memiliki kebudayaan sejak
ribuan tahun yang lalu. Budaya adalah sebuah cara hidup yang berkembang dan
dimiliki oleh suatu kelompok orang yang diturunkan dari generasi ke generasi. Kebudayaan
adalah suatu pemikiran akal yang tinggi berupa ide atau gagasan, tindakan
maupun hasil karya suatu kelompok tertentu. Seiring berjalannya waktu,
kebudayaan terus berkembang, mulai dari jenis hingga fungsi dari kebudayaan
tersebut.
Kebudayaan dan peradaban, Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan
yang lebih luas dari istilah "budaya" yang populer dalam kalangan
akademis. [1] Peradaban memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah
ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang "kompleks":
dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding
dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam
pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.
Kebudayaan dan Kearifan lokal. Pada masa
kini kearifan lokal menjadi kecenderungan umum masyarakat Indonesia yang telah
menerima otonomi daerah sebagai pilihan politik terbaik. Membangkitkan
nilai-nilai daerah untuk kepentingan pembangunan menjadi sangat bermakna bagi
perjuangan daerah untuk mencapai prestasi terbaik. Dapat diartikan bahwa
kearifan lokal adalah nilai-nilai yang
berlaku dan dimiliki dalam suatu masyrakat yang dikembangkan dan disebarluas kan secara tidak formal.
Berdasarakan
uraian diatas penulis memandang perlu untuk mengetahui dan memahami lebih jauh
tentang apa itu kebudayaan, fungsi dari kebudayaan, apa itu
peradaban, perbedaan kebudayaan dan peradaban, apa itu kearifan lokal bagaimana
perkembangan kearifan lokal di Indonesia. Sehingga kita bisa lebih mengerti
tentang kebudayaan, peradaban dan kearifan lokal.
Kesimpulan:
Kebudayaan segala hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang
digunakan untuk kelangsungan hidupnya yang sifatnya dinamis, artinya berkembang
terus menerus/terus berlanjut sampai sekarang. Kebudayaan memiliki fungsi yang sangat penting bagi manusia. Unsur
kebudayaan tidak hanya untuk memuaskan satu hasrat naluri saja, melainkan suatu
kombinasi dari lebih satu hasrat.
Kearifan lokal merupakan hasil proses dialektika
antara individu dengan lingkungannya. Kearifan lokal merupakan respon individu
terhadap kondisi lingkungannya. Pada aras individual, kearifan lokal muncul
sebagai hasil dari proses kerja kognitif individu sebagai upaya menetapkan
pilihan nilai-nilai yang dianggap paling tepat bagi mereka. Pada aras kelompok,
kearifan lokal merupakan upaya menemukan nilai-nilai bersama sebagai akibat
dari pola-pola hubungan (setting) yang telah tersusun dalam sebuah lingkungan.
Peradaban merupakan puncak dari suatu
kebudayaan itu sendiri yang berkembang dalam suatu masyrakat dan dalam kurun
waktu tertentu. Ide utama yang terkandung dalam peradaban adalah kemajuan,
perkembangan (progress dan development). Tetapi dalam peradaban tidak
adanya keberlanjutan/kontinyuitas.
Kebudayaan, kearifan lokal dan peradaban memang merupakan
aspek-aspek kehidupan sosial manusia yang memiliki sedikit perbedaan tapi dari
perbedaan tersebut dapat diambil jalan tengah yaitu peradaban dan kebudayaan
adalah dua aspek dalam kehidupan manusia, ada hubungan timbal balik antara
keduanya. Sebagaimana hubungan antara aspek spiritual, mental dan material
dalam diri manusia. Kebudayaan, kearifan lokal ataupun peradaban, mengandung pengertian
yang luas, meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks, meliputi
pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat (kebiasaan), dan
pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat.
[1] "Civilisation", 1974: 956
Label:
Catatan Kuliah
Lokasi:
Surakarta, Indonesia
Puisi tak berjudul
Ini bukan hujan, hanya
luapan air yang jatuh sesaat dari langit
Ini bukan benci, hanya
luapan emosi sesaat yang timbul dari hati
ini baru cinta, menggebu
merasuk kalbu mendamba kasih
karna peduli, aku ingin
begini agar begitu nanti
akankah negeri ku
tersenyum kembali
setelah air membasahi
tanah lahir ku
setelah api membara habis
hutan ku
setelah mereka
mencobak-cabik negeri ku
memeras air susu ibu
pertiwi ku
memakan daging
saudara-saudara ku
suru saja mereka pergi
dari negeri ku
biarkan saja negeri ku
tumbuh
dengan segala keindahan
yang ada padanya
hingga nanti, gunung, laut
dan hutan tersenyum kembali
ini tentang mimpi negeri
ku..
Surakarta, 1 Desember 2012
Jakarta Hari ini
bising
suara kereta, hiruk piruk kota
kucuran
keringat, teriknya matahari
rintihan
batin, hampanya jiwa
habis
sudah daya ku untuk terlelap
di
kota ini, aku menajdi seonggok robot
dalam
dimensi mesin waktu yang tak berhati
pergi
gelap pulang pun gelap
bagaimana
bisa ku lihat hijaunya pepohonan
merdunya
kicauan burung, tenangnya sungai mengalir
harumnya
aroma tanah dan segarnya air hujan
waktu
seakan mengurungku di kota ramai membisu ini
memebiarkan
ku sibuk dengan benda mati tak bernurani
ah
pundi-pundi dollar itu semakin menyikas batin ku
andaikan
alam mengajaku lebih hidup dalam kehidupan ...
Surakarta, 22 November 2012
Label:
Puisi,
Semangat Menulis
Lokasi:
Surakarta, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)

