Tampilkan postingan dengan label Cerpen Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Agustus 2012

Karena Noda harus selalu dibersihkan,,


Citeureup, 14 Agustus 2012
Karena noda harus kita bersihkan setiap harinya,
Ali dan Umi
Suatu pagi ali telat bangun, ia melupakan aktivitas paginya yang sebelumnya tak pernah terlewat sehari pun yaitu membersihkan kamar mandi. Ini sudah menjadi bagian dari tugasnya setelah dua adiknya kebagian tugas untuk membersihkan halaman dan kamar. 
“umi, hari ini ali lupa membersihkan kamar mandi besok saja ya umi?”. ucapnya.
“ya sudah tak apa nak, besok kamu harus bersihkan ya”. Jawab umi lembut
Anak berumur 8 tahun ini sudah 3 hari melupakan tugas rutinnya untuk membersihkan kamar mandi, ia lebih senang untuk bermain dan bersantai-santai ketimbang membersihkan kamar mandi.
“ali, mengapa kamu tidak membersihkan kamar mandi nak?”. Tanya umi
“abis ali liat kamar mandinya masih bersih umi.” Jawab ali
Seminggu kemudian ali mulai kembali membersihkan kamar mandi, ia mengeluhkan dengan noda-noda hitam di bagian sudut-sudut kamar mandi  yang sulit sekali di bersihkan.
“umi mengapa banyak sekali noda-noda hitam itu dan mengapa sulit untuk dibersihkan?”. Keluh ali
“itu karena kamu tidak rajin membersihkannya sayang, noda-noda itu tadinya kecil dan tak terlihat oleh mata mu tapi karena kamu lalai membersihkannya ia menjadi besar, hitam pekat dan sulit dibersihkan nak”. Jawab umi dengan tenang
“lalu bagaimana ali harus membersihkannya umi?”. Tanyanya penasaran
Dengan tersenyum dan merangkul anaknya kepangkuan umi menjawab.
“kamu harus sabar sayang, bersihkan sedikit demi sedikit  noda itu pasti akan hilang”. Jawab umi
Akhirnya ali tidak pernah meninggalkan aktivitasnya untuk membersihkan kamar mandi, ia tidak ingin noda-noda hitam itu kembali.

Dari cerita singkat diatas kita bisa mengambil hikmahnya, jika noda-noda itu diibaratkan dosa-dosa kita maka dosa-dosa kecil yang tidak dirasakan pasti akan besar dan sulit dibersihkan. Bukankah Allah SWT melalui Rasulullah SAW  menyuruh kita membersihkannya lewat sholat 5 waktu, puasa, sedekah dan amal-amalan lainnya. Jika kita lalai dalam membersihkannya siap-siap kita akan menerima ganjarannya.
Yuk kawan mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri untuk mengingatkan dalam kebaikan ^^

Kamis, 03 Mei 2012

Kartini, Mom and Hero

    Kau tau, kalimat apa yang paling menakutkan bagiku? “what is happening” apa yang sedang terjadi, adalah kalimat yang paling aku takuti. Aku takut saat aku pulang ke bogor aku harus mengutarakan kalimat ini karena ada hal buruk yang menimpa keluarga ku. Tanpa aku mengerti, tanpa ada yang memberitahu kemudia aku bertanya, “apa yang sedang terjadi?”. Bagi orang seperti ku atau mungkin orang lain yang sedang merantau dan jauh dari keluarga kalimat ini akan sangat menakutkan. 
     Nama ku Yanne Yuniarti W, aku biasa dipanggil yanne oleh teman-teman ku dan ane atau nane oleh keluarga dan orang-orang terdekat ku. Aku adalah seorang mahasiswa di Universitas Padjadjaran Bandung. Menjalani hidup sebagai seorang remaja sangat menyenangkan bagi ku, walaupun sebagian orang berkata masa remaja itu “muda, galau dan berbahaya”. Hidup itu indah saat kita mau mensyukurinya, hidup itu menyenangkan saat kita mau belajar dan mau berusaha memperbaiki kesalahan kita. Ya memperbaiki kesalahan, ini yang aku lakukan saat aku menjadi orang egois. Ibu adalah inspirasi ku untuk menjadi wanita lebih baik lagi, lagi dan lagi seperti Ibu Kartini di zamannya. Terimakasih mama.
 *** 
Agustus 2011 
    Angin berhembus sejuk di kawasan Bandung kala itu, suasana kelas cukup ramai dengan ocehan mahasiswa yang terlihat jenuh mendengarkan dosen berbicara. Aku tak kalah sibuknya dengan yang lain, membicarakan rencana buka puasa bersama kelas minggu ini. Saat itu bulan Ramadhan telah memasuki minggu kedua, aku tak ingin meninggalkan kesempatan bersenang-senang bersama teman-teman kelas ku. Tiba-tiba HP ku berdering. “My mom....” “assalamualaikum, ane lagi dimana?” “walaikumsalam, ada apa mah?, mah nanti ditelfon balik ya, lagi ada dosen nih.” Belum sempat ia mengutarakan maksudnya, aku telah terlebih dahulu menutup telefonnya. Aku tetap melanjutkan mengoceh bersama teman-teman ku untuk mematangkan rencana kami, mengabaikan dosen yang sedang berbicara dan telefon mama ku. Jam berlalu begitu cepat, meninggalkan tawa bersama teman-teman ku. Aku berlari menuju sekre BEM, hari ini rapat dan aku telat.
   Di bulan ramadhan ini BEM memiliki program kerja bakti sosial dan buka puasa bersama di Desa Panglipurgalih. Bandung yang terkenal dengan mode dan kemajuan tekhnologinya ternyata masih menyimpan sebuah perkampungan yang jauh dari mode dan tekhnologi, sebuah perkampungan yang tidak terdapat listrik dan jauh dari kehidupan yang layak. Aku sangat bersemangat membuat roundwon acara, ini kali pertama aku menjadi seksi acara, akan sangat menyenangkan fikirku. Tiba-tiba telefon berdering lagi, kali ini bukan dari ibuku tapi sepupu ku iqmal. “hallo, teh yanne dimana?” “lagi di bandung, kenapa mal?, teteh lagi rapat nih” “teh pulang ya, mamah teteh kecelakaan sekarang lagi di UGD” Deg ! aku merasa jantungku berhenti berdegup. Aku tidak bisa berkata apapun, lutut ku lemas dan aku hanya bisa menangis. seketika itu juga teman-teman BEM bertanya apa yang sedang terjadi. Aku tidak bisa menjawab, aku tidak bisa menjelaskan dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan aku hanya ingin pulang dan disamping ibu ku. Perasaan bersalah bergelayut dalam fikiran ku sepanjang jalan pulang, aku sangat menyesal mengabaikannya di telefon tadi siang, seharusnya aku mendengarakan apa yang ingin ia bicarakan. Aku terlalu egois, bagaimana kalu itu adalah terakhir kalinya ia menelefon dan aku tidak bisa mendengarkan suaranya lagi, entahlah yang jelas aku tidak akan termaafkan oleh rasa bersalahku. 
 *** 
UGD, pkl : 24.00. 
     Sudah 8 jam ibu ku di ruang operasi, tapi belum ada kabar baik yang ku dengar. Aku terpaksa sabar menunggu. “ Teteh pulang saja dulu, biar ane yang nungguin mama.” Teteh ku menggeleng, “ ada papa, runa sama saudara-saudara disini yang nunggu. Teteh pulang aja, teteh harus istirahat tuh liat lukanya”. Jari-jari ku lincah menelusuri setiap luka yang ada di tangan dan kakinya. Dengan sedikit ku paksa akhirnya ia bersedia pulang. Aku tahu perasaan bersalah menyelimuti hatinya, bagaimana tidak saat kejadian mengenaskan itu dia bersamanya. Kejadian yang tidak akan kulupakan dalam hidupku. Siang itu ibu dan kaka ku sedang menuju kantor imigran untuk mengambil passport adik ku. Dengan menggunakan motor mereka berangkat, tepat di depan pom bensin jalan raya cibinong, seorang penjambret menyerempet motor kaka ku dan mengambil paksa tas kaka ku, yang menyebabkan motor terjatuh dan ibu ku terseret jauh. Tapi yang membuatku heran mengapa luka ibu ku bisa separah itu, kalu ia terseret seharusnya tidak ada luka robek yang hampir menyentuh tulang pahanya kecuali ia terkena benda tajam. Ternyata benar jambret itu tidak hanya mengambil tas kaka ku, ia mengincar uang yang ada di tas ibu ku dengan menggunakan pisau tapi tidak berhasil mendapatkannya, malah melukai paha ibu ku. Luka itu bertambah parah saat ibu terseret jauh yang menyebabkan sebagian dagingnya hilang. Aku tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dialami ibu ku, perasaan benci merasuk dalam fikiranku. Mengapa ada orang sejahat itu?!, mengapa tega ia melukai orang sebaik ibu?!, apa salah ibu ku?!, seandainya jambret itu meminta secara baik aku yakin ibu pasti akan memberikan uangnya. Aku berdoa kepada Tuhan agar ia dibalas sesuai dengan perbuatannya. Lama aku menunggu, Alhamdulillah ibu ku akhirnya sadar. 
 ***
Ruang aster 305
     Saat kau merencanakan sesuatu, ingatlah ada perencana terbaik dalam hidup ini yaitu Allah SWT. Karena apa yang kau rencanakan belum tentu sama dengan rencana Allah. Seminggu sudah ibu dirawat di rumah sakit, aku menghabiskan bulan puasa terakhirku di rumah sakit, sahur ataupun berbuka puasa. Demi menebus rasa bersalahku, aku tak ingin sehari pun melewatkan untuk tidak menjaga ibu. Aku melewatkan buka puasa bersama teman-teman ku dan meninggalkan keikutsertaan ku sebagai panitia di acara bakti sosial, untunglah teman-teman BEM sangat mengerti keadaan ku dan mereka membesarkan hati ku untuk tetap tabah. Aku ingat saat diwawancarai untuk seleksi masuk BEM, kala itu seorang senior bertanya kepada ku mana yang akan kau pilih saat BEM membutuhkan mu tetapi kau dapat kabar orang tua mu sakit, kau memilih BEM atau orangtua?, sekita itu juga aku menjawab orang tua. Kini aku merasa jawaban ku sangat tepat dan benar, karena bagaimanapun itu bukan pilihan tetapi kewajiban. Ibu ku berangsur-angsur membaik, hanya saja ia belum bisa berjalan sebab kakinya masih terluka. Selama di rumah sakit ia menjadi pasien yang sangat cerewet, ia tidak pernah absen menyapa dokter, perawat bahkan cleaning service. Setiap hari selalu ada yang menjenguknya dari mulai saudara-saudaranya, rekan-rekan kerjanya bahkan murid-muridnya. Aku sangat bersyukur karena banyak yang mendoakan untuk kesembuhan ibu ku, ini petanda ibu sangat disukai orang. Ibu ku selalu berusaha melakukan segalanya sendiri, ia terlihat sedih saat ia tidak bisa buang air kecil dikamar mandi sendiri, ia harus melibatkan aku atau kaka ku untuk buang air keci dan mandi. Dalam hatinya ia sangat malu, aku tau kalu ia tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Tapi aku sama sekali tidak merasa direpoti oleh ibu, aku senang jika ia mau menerima bantuan ku, ini adalah ladangku mencari keridhoan Nya. Ibu ku berjiwa besar dan berhati mulia. 
     Di hari Idul Fitri ini kami sekeluarga tidak mudik karena ibu masih harus istirahat di rumah dan belum boleh berpergian. Aku sangat bersyukur meski tidak pergi kemana-mana aku masih bisa merasakan bahagianya Idul Fitri bersama ibu. Saat aku bercerita betapa kesalnya aku dengan penjambret itu dan berharap Allah membalasnya, ibu tidak setuju. Ia telah memaafkan penjambret itu, ia tidak merasa dendam sama sekali bahkan ia mendoakan agar Allah membukakan pintu hati nurani penjambret itu. Entahlah apa yang di fikirkan ibu sebenarnya, mengapa ia dengan mudah memaafkan dan mendoakan kebaikan untuk orang yang nyaris membunuhnya, yang jelas aku mengerti bahwa ibu berjiwa besar dan berhati mulia. Ini menjadi pelajaran untuk ku agar bisa memaafkan dengan ikhlas terhadap orang-orang yang berbuat jahat kepada ku.
Mama + Papa waktu lebaran kemaren, dan ini lukanya mama :(
*** 
April 2012 
     Sudah hampir setahun kejadian mengenaskan itu berlalu, kondisi ibu ku semakin hari semakin membaik. Ia sudah bisa beraktivitas seperti biasa walaupun tidak segesit dulu, ia tetap melakukan rutinistasnya seperti pergi ke pasar, membuat sarapan, membersihkan rumah dan pergi ke sekolah untuk mengajar. Ibu tidak bisa berjalan jauh lagi karna kini ia mudah lelah, ibu tidak bisa berlari kencang lagi karna itu akan melukai kakinya, ibu kesulitan untuk bangkit dari sujud dalam salatnya. Ibu, aku mohon tetaplah sehat. Kejadian itu membuatku sadar akan keegoisan ku sebagai anak, kini aku tidak pernah mengabaikan telefonnya lagi. Dulu aku hanya menelefon orang tua ku saat aku perlu uang, kini aku selalu menyempatkan diri untuk menelefonnya. Saat aku mendapat masalah, saat aku akan menghadapi ujian kuliah atau pun saat aku bahagia aku akan menelefonnya. Apakah itu berbicara penting atau hanya sekedar bersanda gurau. Bagi ku berapapun pulsa yang aku keluarkan hanya untuk mendengarkan suaranya itu bukanlah masalah, karna akan sangat menyedihkan saat kau ingin berbicara dengan mereka tetapi mereka telah pergi meninggalkan mu dan kau hanya berbicara melalui sebuah doa tanpa kau bisa mendengarkan suaranya lagi. Lebih menyedihkan saat kau lebih memilih menghabiskan pulsa untuk pacar mu dari pada orang tua mu walau hanya sekedar “hai” lewat sms. 
      Ibu selalu mengajarkan ku berbagai hal kebaikan, bagi ku tak ada kisah yang lebih inspiratif dari kisah seorang ibu, karna ibu adalah perpustakaan pertama bagi seorang anak. Kau tidak berhak membenci orangtua mu meskipun ia menelantarkan mu, membuang mu atau bahkan membunuh mu karena kau tidak akan pernah bisa membalas jasa-jasanya. Ibu mu yang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan mu ataukah ayah mu yang telah membuat mu ada di dunia ini lewat air mani yang dititipkan di rahim ibu mu.     Rasulullah Saw bersabda, “Keridhaan Allah bergantung kepada keridhaan orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR Al-Tirmidzi dan Ibn Hibban). 
   Kartini adalah seorang pahlawan untuk wanita Indonesia, tapi jangan lupakan bahwa ia juga adalah seorang ibu. Bagi ku ibu adalah cerminan Kartini saat ini dan ia juga pahlawan yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk ku. Kisah ini ku beri judul “Kartini, Mom and Hero”. Dengan harapan besar setiap pembaca dapat berhenti sejenak untuk merenungi Kepahlawanan seorang ibu. Bangga menjadi bagian dari wanita Indonesia. Pertahankan pribadi wanita Indonesia yang cerdas, ramah, berbudi luhur dan tangguh. Selamat hari Ibu Kartini, semoga semangat perjuangan Kartini selalu mengalir dalam darah kita.

Senin, 16 Mei 2011

Dia cantik dan baik

Dia cantik dan baik
Sobat dia cantik dan baik, pintar pula. Dia adalah sepupu ku yang paling baik. Aku ingat setiap kali aku ke Bandung, ia akan mengajaku maen atau menginap di rumahnya. Kira-kira saat itu aku masih duduk di bangku TK. Dia pernah menayakan siapa laki-laki yang dikecengi ku, aku bener-bener antusias menceritakan tentang teman sebangku ku waktu TK dia seorang laki-laki yang cakep, aku katakan kepada sepupu ku bahwa aku mengecengi laki-laki itu. Dia baik sekali sobat, dia satu-satunya sepupu yang pernah mengambil buku rapot ku saat TK walau nilai ku tidak memuaskan dia akan tetap bangga dan tersenyum padaku. Kalu dia mampir ke rumah ku dia akan membawakan banyak sekali makanan yang enak, dia akan mengajari ku menggambar dan banyak hal lainnya. Kalu aku yang berkunjung ke rumahnya dia akan menjamu ku dengan banyak makanan yang enak pula, bihun kuah dan burger mini adalah makanan favorit ku yang selalu ia kasih. Aku pernah di kasih boneka bebek yang bisa bunyi dan baju handuk. Saat aku duduk di bangku SD dia telah menikah jadi aku sudah jarang menginap di rumahnya atau sekedar pergi keluar untuk bermain. Karna ia sudah menikah dan harus ikut suaminya ke Palembang jadi aku dan kakaku hanya melepas rindu lewat surat, ya dia mengajari ku bagaimana menulis dan mengirim surat walaupun tulisan ku tidak bagus saat itu dan isi suratnyapun sederhana hanya berisikan” bagaimana kabarnya?” kabar keluarga di bogor baik” “nilai rapotku memuaskan”.
Dia tetap baik saat aku remaja, dia sudah punya dua putra yang gagah dan cakep. Sobat tau tidak, ada yang bilang orang baik itu di sayang Allah sehingga kebanyakan orang baik selalu lebih dulu menghadap Allah karna Allah ingin memberikan orang-orang baik itu hadiah. Sepupu ku yang baik itu mengidap kanker getah bening sejak empat tahun yang lalu, saat mendengar kabar ia sakit itu aku masih duduk dibangku kelas dua SMA. Itu kabar yang membuat hatiku sakit dan terluka, aku kemudian sedikit mempelajari apa yang dimaksud kanker getah bening walupun sebenarnya aku tau dia lebih tau daripada aku bukan karna dia serba tau tapi karna memang dia adalah Sarjana Biologi lulusan ITB. kegelisahan ku tentang kondisinya tidak berlangsung lama setahun kemudian ia dinyatakan sembuh dan itu membuat ku bahagia.
Sobat, Tuhan selalu punya rencana lain yang kadang tidak di negosiasikan terlebih dahulu dengan kita, sepupu ku yang baik itu ternyata masih harus berjuang melawan kanker getah beningnya. Virus itu masih menguasai tubuhnya, dokter bilang itu sudah stadium empat. Tapi sepupuku hebat, ia tidak pernah sekalipun menyerah dengan virus itu. Sobat tiga bulan yang lalu aku menjenguk dia di RS.Advent karna kondisnya semakin lemah, ia harus menjalani kemotraphy. Sepupu ku yang baik terbaring lemah ditempat tidurnya, ia begitu kurus saat ini hanya tulang dibaluti kulit saja tapi ia masih tetap terlihat cantik. Ia tersenyum padaku dan berkata “ga nyangka ya yane uda gede lagi, dulu mah masih suka dipangku ama teteh”, aku hanya tersenyum mendengar perkataannya. Aku tidak bisa membayangkan virus seperti apa yang begitu kejam menggerogoti tubuhnya, mengapa virus itu ada didalam tubuh orang baik seperti dia.
Sobat, hidup kadang memberi kita seribu alasan untuk berfikir mengapa Allah menciptakan kita tapi kemudia memebri kita ujian di dunia. Aku selalu berdoa semoga sepupuku mampu melewati ujian ini. Kabar yang semakin berkembang sepupuku semakin buruk kondisinya, ia harus menjalani kemotraphy sehari lima kali itu pasti menyakiti tubuhnya. Kemotraphy menyebabkan ginjalnya rusak dan harus cuci darah, ia terpaksa di rawat di ruang ICU. Lagi-lagi sepupuku harus bertarung dengan penyakitnya tapi aku percaya dia kuat dan mampu melawan virus itu. Dua minggu yang lalu tepatnya hari minggu dia mengadakan pengajian di rumahnya, tapi hati ku terlalu angkuh untuk sekedar mengikuti pengajian itu aku lebih memilih tampil di pagelaran angklung. Ini membuat hatiku gelisah dan entah mengapa pada hari seninnya aku ingin sekali berkunjung ke rumahnya, tak ada satupun alasan yang bisa menghalangi ku untuk berkunjung ke rumahnya. Ketika masuk ke rumahnya ada sosok yang sedang meringkuk lemah di bangku santai itu. Subhanallah aku hampir tidak mengenalinya lagi perubahan yang cukup drastis dalam jangka waktu tiga bulan , sebenarnya virus seperti apa yang tega membuatnya seperti ini?! Apakah ini hukuman untuknya karna ia telah berlaku baik?! Sepupu ku yang baik kini semakin lemah saja, ia kini botak semakin kurus dan sangat tapi tetap terlihat cantik karna aku tau bukan fisik yang membuat ia cantik tapi hatinyalah aura kecantikan itu masih terpancar diwajahnya . Sepupuku kini tidak bisa bicara dan mendengar lagi, kanker itu telah bersarang di tenggorokan, hidung dan telinganya. Dia senang dengan kedatangan ku, itu dia ungkapan lewat kata-kata yang ia tulis karna sekarang ia berkomunikasinya dengan menulis. Ia berkata padaku lewat tulisannya “yane, mungkin dulu teteh cerewet kali ya, jadi ama Allah mulutnya disuru istirahat dulu de hehehe”, hmmm aku hanya tersenyum kepadanya walaupun sangat ingin menangis ternyata walupun kondisnya seperti ini masih ada sisi humorisnya yang dulu aku kenal. Aku membalsnya dengan tulisan “jangan ngomong gitu ah teh, Allah te sayang ama teteh karna teteh orang yang baik. Hayo teh semangat teteh pasti bisa, ganbatte kudasai ^o^”. Setelah pertemuan itu aku menaruh harapan bahwa aku akan bertemu dia dengan kondisi dia yang lebih baik.
Sobat, Tuhan selalu punya tujuan indah untuk hambaNya. Sahabat saya bilang “kita adalah mediaNya Tuhan, semoga kita bisa menjadi mediaNya yang terbaik”. Ya semoga sepupu ku termaksud media terbaik Tuhan. Hari ini aku akan bertemu dengannya dan aku tau aku akan menemuinya dengan kondisi dia yang lebih baik, mengapa aku begitu yakin? Kalian tau karna kini sepupuku tidak akan mersakan sakit yang dahsyat lagi ditubuhnya kini ia telah bebas dari penyakitnya. Aku bersyukur sekali karna kini ia bisa tenang dialamnya. Akhirnya spupuku yang baik itu telah pergi, pergi dari dunianya dan meninggalkan alamnya. Selamat tinggal sepupu ku yang baik semoga engkau tenang disana di alam baru mu. Doaku selalu terpanjat untuk mu hai jiwa yang baik hatinya. ^^

Pajajaran, 16 Mei 2011 pkl 04.00 ^^

Minggu, 08 Mei 2011

AYAH

ayah mulai merencanakan hidup mu ketika tahu bahwa ibu mu hamil (mengandung mu).
tetapi begitu kmu lahir ia mulai membuat revisi. ayah ingin anak-anakny punya banyak kesempatan dripada dirinya, menghadapi sedikit kesulitan dan tidak tergantung kpd siapapun.
ayah selalu tepat janji. dia memegang janjinya membantu teman meskipun ajakan mu pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan. dia itu murah hati, ia akan melupakan apa yg ia inginkan agar bisa memberikan apa yg kmu butuhkan.

ayah membantu membuat impian mu menjadi kenyataan bahkan dia pun bisa meyakinkan mu untuk melakukan hal-hal yg mustahil. ayah mungkin tidak tahu jawaban segala pertanyaan mu tetapi ia akn berusaha membantu mu mencariny.
ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuat mu senang tanpa harus menjadi takut.
ayah akan memberi mu tempat duduk terbaik dengan mengangkat mu di bahunya. saat kmu sakit dia tidak akn memanjakan mu tetapi ia tidak tidur semalaman siapa tahu kmu membutuhkannya.

ayah sulit menghadapi rambutny yg mulai menipis, jdi dia menyalahkan tukang cukur yg menggunting terlalu banyak di puncak kepala. ayah lambat mendapat teman tpi ia bersahabat seumur hidup. ayah benar2 senang membantu seseorang tpi ia sendiri sukar meminta bantuan.

ayah selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp semesteran mu, meski kmu tdk pernah membantuny menghitung berapa banyak sudah kerutan di dahiny.
ayah tdk pernah marah, tetapi mukanya akan merah padam saat ank gadisnya menginap di rumah teman tnpa minta izin. dia tdk pernah marah kecuali ketika ank laki2nya kepergok sedang merokok di kamar mandi. dia hnya mengatakan "tdk mengpa mengmbil sdikit resiko asal kmu sanggup kehilangan apa yg kmu harapkan".
ayah menganggap org itu hrus berdiri sendiri, jdi dia tdk mau memberitahu mu apa yg hrus kmu lakukan, ia hnya akn menyatakan rsa tdk setujunya. dia akan berkata "tanyakan sja pda ibumu" ktka ia ingin berkata "tidak".

pujian terbaik bgi seorang ayah adlh ketika dia melihat mu melakukan sesuatu persis seperti caranya. ayah lebih bangga pda prestasi mu dri pda prestasiny sendiri.
ayah mengira seratus adalh tip, seribu adlh uang saku dan gaji pertama mu terlalu besar untuknya.

suatu saat ayah pernah berkata "kalau kau ingin mendapatkan pedang yg tajam dan berkualitas, jgn mencari di pasar apalagi tukang loak. tetapi datang dan pesanlah langsung ke pandai besiny. begitupun dgn cinta jka kau ingn mendapatkan cinta sejati mu kelak, mka minta dan pesanlah langsung k sang MahaPencipta"

untuk msa depan ank lelakiny ayah berpesan "jdilah lebih kuat dan tegar dripda ku. pilihlah ibu untk anak2 mu kelak seorang wanita yg lbh baik dri ibu mu. berikan yg lbh baik untk menantu dan cucu cucu ku dripda apa yg tlh kuberikan pda mu"

untuk msa depan ank gadisny ayah berpesan " jgn cengeng mski kau seorang wanita, jdilah bidadari kecil ku dan bidadari terbaik untk ayah ank2 mu kelak. crilah lelaki yg bsa melindungi mu melebihi ayah tetapi jgn pernh kau ganti posisi ayah di hati mu"

ayah bisa membuat mu percaya diri krna ia percaya kpda mu. ayah tdk pernah mencoba menjadi yg terbaik ttpi dia selalu mencoba melakukan yg terbaik.
hal yg terpenting adalah ayah tdk pernah menghalangi mu untk mencintai Allah, dia mencintai mu krna cintanya kpdNya.

My handsome father and me
ayah yg ku cinta...
jazakallahi bil jannah untuk setiap peluh yg kau teteskan.
untk setiap kerut dahi mu yg tak sempat ku hitung.
untk tempat duduk terbaik di bahu mu,
untk tetes air mata lelaki yg begitu mahal ketika kau khawatirkan aku,
untk kepercayaan mu kpda ku meski seringkali aku khianati.
semua itu tidak akan pernah bisa ku balas, semoga allah membalasnya dengan syurga. amin

takjimku untuk seorang manusia yg menakjubkan bagi ku.
#diambil dari catatan DLM Al-Amanah

Allah selalu punya rencana lain kawan

Allah selalu punya rencana lain kawan,
saat kau membuat rencana apakah kau telah mendiskusikannya terlebih dahulu dengan Tuhan ??

suatu ketika aku pernah sangat sibuk, hingga aku tak peduli dengan kondisi badan ku yg sudah terlalu letih.
tapi tubuh ku terlalu baik hingga ia selalu menuruti apa kata ku.
dua minggu dengan kesibukan yang menggila akhirnya tubuh ini menyerah pula.
ia marah dan protes terhadap ku, tpi diri ini yg kurang peka.
kawan disaat tubuhku protes aku masih merencanakan pergi k jatinangor naik motor bersama teman ku.
hingga puncaknya aku bukannya pergi ke jatinangor tapi ke klinik UNPAD krna si tubuh sdh kritis.
akhirnya Tuhan sendirilah yg menyuruh ku isirahat karna Ia sayang pada ku.
ya dokter bilang aku sakit "cacar" penyakit yang paling aku takuti sejak kecil,
ini membuatku harus terisolasi selama seminngu di rumah, tdk ada yg nengok tidak asik. hahah
semua rencana gagal berantakan minggu ini. Uas terabaikan pula.
Tuhan bilang "apakah kau tidak menyayangi tubuh mu??
apakah denga tidur semalam  sduha cukup?
makan dan minum sudah cukup?
tidak sayang, tubuh mu itu perlu ketenangan.
dengan lantunan Al-quran dan dzikir,
dengan shalat,
biarkan pikiran mu tenang sejenak.

kawan apa yg kita rencanakan, belum tentu Tuhan setuju.
bernegosisilah dengan Tuhan tentang rencana mu.

Artikel tentang unta

APAKAH MEREKA TAK MEMPERHATIKAN UNTA ???

Lima puluh lima derajat celcius adalah suhu yang membakar. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan. Di sini terdapat badai pasir yang menelan apa saja yang dilaluinya, dan yang sangat mengganggu pernafasan.

Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang terperangkap di dalamnya. Hanya kendaraan yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini.

Kendaraan apapun yang berjalan di kondisi yang panas menyengat di gurun pasir, harus didesain untuk mampu menahan panas dan terpaan badai pasir. Selain itu, ia harus mampu berjalan jauh, dengan sedikit bahan bakar dan sedikit air. Mesin yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.

Unta telah membantu manusia yang hidup di gurun pasir sepanjang sejarah, dan telah menjadi simbol bagi kehidupan di gurun pasir. Panas gurun pasir sungguh mematikan bagi makhluk lain. Selain sejumlah kecil serangga, reptil dan beberapa binatang kecil lainnya, tak ada binatang yang mampu hidup di sana. Unta adalah satu-satunya binatang besar yang dapat hidup di sana. Allah telah menciptakannya secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut: Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan. (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)

Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan. Yang sangat dibutuhkan pada kondisi panas membakar di gurun adalah minum, tapi sulit untuk menemukan air di sini. Menemukan sesuatu yang dapat dimakan di hamparan pasir tak bertepi juga tampak mustahil. Jadi, binatang yang hidup di sini harus mampu menahan lapar dan haus, dan unta telah diciptakan dengan kemampuan ini.

Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.

Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah. Perutnya memiliki desain khusus sehingga cukup kuat mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir.

Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan napas dan membutakan mata. Tapi Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini. Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula desain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.

Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju. Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Tubuh unta tertutupi rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam.

Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Desain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.

Marilah kita renungkan semua ciri unta yang telah kita saksikan. Sistem khusus yang memungkinkannya menahan haus, punuk yang memungkinkannya bepergian tanpa makan, struktur kaki yang menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, kelopak mata yang tembus cahaya, bulu mata yang melindungi matanya dari pasir, hidung yang dilengkapi desain khusus antibadai pasir, struktur mulut, bibir dan gigi yang memungkinkannya memakan duri dan tumbuhan gurun pasir, sistem pencernaan yang dapat mencerna hampir semua benda apapun, lapisan tebal khusus yang melindungi kulitnya dari pasir panas membakar, serta rambut permukaan kulit yang khusus dirancang untuk melindunginya dari panas dan dingin.

Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: Unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.

Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Alquran: Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. PengetahuanNya meliputi segala sesuatu. (QS. Thaahaa, 20:98)

Inilah Pengorbanan

hai kawan, akan saya ceritakan satu cerita yang mungkin pernah kalian dengar.

"ada seorang lelaki yang sudah cukup berumur sebut saja Pa Sapto, ia hanya tinggal dengan anak gadis semata wayangnya yang baru berumur 5 tahun. Pa sapto sangat sayang dengan anaknya, karna anaknyalah satu2nya harapan ia bertahan hidup. ia telah merencanakan sesuatu hal yang baik untuk kehidupan anaknya ia ingin anaknya kelak bisa hidup bahagia.
pa sapto selalu meluangkan waktu untuk bermain dengan anaknya ketika pekerjaanya usai.
pa sapto adlah seorang penjaga jembatan kereta api, ia bertugas membuka jalan yang satu dan menutup jalan yang lain agar kereta api bsa berjalan dengan lancar tanpa harus bertabrakan.
suatu hari pa sapto membawa anaknya bermain ketempat kerjanya, anaknya sangat senang sekali.gadis itu berlairi di jembatan kereta kesana-kemari sambil tertawa riang.
karana terlalu bahagia pa sapto tidak sadar kalau ada kereta yang lewat, hanya dalam waktu 5 menit lagi kereta itu akan melewti jalan.
saat itu ia tersadar kalau ia dihadapkan dengan pilihan
*orang-orang dikereta tersebutkah yang akan ia selamat kan ??
orang-orang yg tidak ia kenal ?
dan yang ia pikirkan adalah "mungkin saja didalam kereta tersbut ada seorang pecandu, copet, koruptor. orang-orang egois dan sejenisnya.
*atau anak gadisnya kah yang akan ia selamatkan ?
anak satu-satunya yang ia banggakan, yang ia sayangi.

dalam 5 menit yang singkat itu Pa sapto akhirnya memutuskan untuk membuka jalan agar kereta tersebut bsa lewat dan mengorbankan anaknya. ya anak kecil lugu tak berdosa itu pun harus pergi selamanya.
pa sapto hanya bisa menangis, meringis, terjatuh lemas dan tak berdaya. ia sadar anaknya telah tiada.

ada salahsatu seorang penumpang wanita yang sadar akan kejadian itu, wanita itu seorang pecandu dan karna kejadian itu ia akhirnya sadar tentang sesuatu yang sangat bermakna.

setelah sepuluh tahun berlalu,dekat tempat kerjanya pa sapto melihat seorang wanita dengan menggendong seorang anak sambil tersenyum.
ia mengenal gadis itu, gadis yang pernah ia selamatkan sepuluh tahun lalu.

kalian tau makna dari cerita tersebut, satu pengorbanan menyelamatkan beberapa generasi.
bayangkan jika pa sapto mengorbankan orang2 dikereta tersebut ?
berapa generasi yang harus hilang begitu saja.

how about you ???
 

Sample text

Sample Text

Sample Text